Cari Blog Ini

Memuat...

Senin, 01 November 2010

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU POST PARTUM PRIMIPARA TENTANG PERAWATAN PAYUDARA DI RSUD BANJARNEGARA KABUPATEN BANJARNEGARA


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Peningkatan kualitas manusia tidak dapat tercipta dalam waktu singkat. Sehingga perlu dilakukan sedini mungkin semenjak janin dalam kandungan ibu juga segera setelah bayi lahir. Dengan demikian wajarlah apalagi kesejahteraan ibu dan anak mendapat perhatian khusus. Perhatian khusus tersebut antara lain telah menghasilkan penurunan angka kematian bayi yang cukup tajam (Depkes RI, 2000 dalam http://www.depkes.go.id /download /kebijakan%20ASI.PDF)
Pemberian Air Susu Ibu (ASI) di Indonesia belum dilaksanakan sepenuhnya upaya meningkatkan perilaku menyusui pada ibu yang memiliki bayi khususnya ASI ekslusif masih dirasa kurang. Permasalahan yang utama adalah faktor sosial budaya, kesadaran akan pentingnya air susu ibu, pelayanan kesehatan, dan petugas kesehatan yang belum sepenuhnya mendukung peningkatan pemberian air susu ibu, pelayanan kesehatan, dan petugas kesehatan yang belum sepenuhnya mendukung peningkatan pemberian air susu ibu. Sampai saat ini angka kematian bayi. Pada tahun 2009 AKB di Indonesia masih berkisar 35 per 1000 kelahira (http://www.depkes.go.id/download/kebijakan%/ASI.PDF).
Kita semua mengetahui bahwa ASI sebagai sumber gizi utama memiliki sifat unggul yang tidak perlu disangsikan lagi. Hal tersebut telah dibuktikan dengan berbagai penilaian yang dilakukan oleh para pakar. Air Susu Ibu (ASI) mempunyai keuntungan steril, aman dan pencemaran kuman, selalu tersedia dalam suhu yang optimal, produksi sesuai dengan keubtuhan bayi, mengandung antibody yang dapat menghambat pertumbuhan atau membunuh kuman atau virus, bahaya alergi tidak ada, ASI mengandung sel darah putih (leuvosyt) hidup yang membantu memerangi infeksi, ASI murah.
Selain kebaikan ASI, menyusui mempunyai bahaya perdarahan (membantu proses involution) setelah bersalin, tidak merepotkan ibu untuk menyediakan susu, ASI tidak pernah basi, selalu siap bila diperlukan, memberi rasa bangga sebagai wantia, memberi rasa dibutuhkan, mengurangi resiko terjadi kanker payudara, berat badan ibu cepat stabil, mengurangi biaya anak sakit, ibu-ibu merasa lega dan puas.
Namun tidak semua ibu post partum dapat segera menyusui bayinya, karena terdapat beberapa keadaan yang dapat menyebabkan ASI tidak lancar walaupun ibu telah mencoba untuk menyusukan bayinya. Keadaan ini sering terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya puting susu yang masuk ke dalam atau puting susu yang datar, puting susu yang lecet, payudara bengkak, yang mempengaruhi pembentukan atau pengeluaran ASI (Pudjiadi, 2001).
Perawatan payudara yang sering disebut breast care  yang bertujuan untuk memelihara kebersihan payudara dan memperbanyak atau memperlancar produksi ASI. Pembentukan dan pengeluaran ASI dipengaruhi oleh status kesehatan ibu. Maka selama masa menyusui, kebutuhan nutrisi ibu harus terpenuhi diantaranya ibu harus mengkonsumsi tambahan 500 kalori tiap hari dengan diet berimbang, minum sedikitnyya 3 liter air setiap hari, istirahat yang cukup kebersihan puting susu dan keteraturan dalam memberikan ASI (Saifudin, 2002).
Pelaksanaan perawatan payudara telah melahirkan idealnya dilakukan sedini mungkin, dapat juga dilakukan sejak hari kedua setelah persalinan sebanyak dua kali sehari (Roesli, 2003). Dari hasil Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia 2008 pencapaian ASI ekslusif selama empat bulan di Indonesia baru mencapai 52 % pada 2009 meningkat seidkit menjadi 55 %. Angka tersebut mencerminkan betapa rendahnya kesadaran untuk memberikan ASI. Persoalan kerja, gengsi dan ketidaktahuan ibu tentang manfaat breas care setelah melahirkan.
Berdasarkan hasil laporan Akses ibu yang melahirkan di RSUD Banjarnegara Januari 2010 – Maret 2010 adalah sejumlah 100 orang, yang dibedakan dari primipara sebanyak  41 orang dan multipara 29 sebanyak orang. Angka tersebut bukan merupakan angka yang sedikit untuk dilakukan penelitian dari pengalaman penulis selama praktek di RSUD Banjarnegara ibu-ibu yang habis melahirkan tidak dilakukan perawatan payudara. Maka penulis tertarik untuk mengangkat masalah “Tingkat Pengetahuan Ibu Post Partum Primipara tentang Perawatan Payudara di RSUD Banjarnegara”.
Pelaksanaan perawatan payudara akan berhasil bila ibu mempunyai pengetahuan tentang manfaat perawatan payudara dalam meningkatkan produksi ASI yang sangat berguna untuk meningkatkan kualitas bayi dan upaya menurunkan morbiditas dan mortalitas bayi sehingga cukup menarik untuk dilakukan penelitian.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tingkat pengetahuan ibu post partum primipara tentang perawatan payudara di RSUD Banjarnegara.

C.    Tujuan Penelitian
  1. Tujuan umum
Untuk mengetahui gambaran karakteristik dan tingkat pengetahuan ibu post partum primipara tentang perawatan payudara di RSUD Banjarnegara
  1. Tujuan khusus
a.       Untuk mendapatkan gambaran karakteristik repsonden berdasarkan :
1)      Umur
2)      Tingkat pendidikan
3)      Pekerjaan
b.      Untuk meningkatkan tingkat pengetahuan ibu post partum primipara pada tingkat tahu dan paham tentang perawatan payudara.

D.    Manfaat Penelitian
1.      Manfaat praktis
a.       Bagi penulis merupakan sarana untuk berlatih berfikir ilmiah tentang perawatan payudara pada ibu post partum
b.      Bagi profesi diharapkan hasilnya dapat menjadi masukan dalam memberikan pelayanan pada ibu post partum tentang perawatan payudara.
c.       Bagi instansi lain diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan informasi tentang tingkat pengetahuan ibu post partum primipara tentang perawatan payudara
2.       Manfaat teoritis
Memberikan bahan masukan dalam rangka pengembangan dan pemikiran tentang tingkat pengetahuan ibu post partum primipara tentang perawatan payudara.

E.     Lokasi dan Waktu Penelitian
1.      Lokasi
Lokasi Penelitian dilaksanakan di RSUD Banjarnegara Kabupaten Banjarnegara
2.      Waktu Penelitian
Dari bulan Januari  sampai dengan bulan Januari sampai Maret 2010.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.    Tinjauan Teori
1.      Pengetahuan
a.       Definisi
Menurut Notoatmodjo (2003), pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu.
Untuk mengukur tingkat pengetahuan seseorang secara rinci terdiri dari enam (macam) tingkatan yaitu :
1)      Tahu (know)
Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya, termasuk ke dalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali (recall) terhadap suatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Oleh sebab itu tahu ini merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah. Kata kerja untuk mengukur bahwa seseorang tahu tentang yang dipelajari antara lain menyebutkan, menguraikan, mendefinisikan, menyatakan dan sebagainya.
2)      Memahami (comprehension)
Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar obyek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar. Orang telah paham terhadap obyek atau materi yang harus dapat dijelaskan, menyebutkan contoh, menyimpulkan, meramalkan dan sebagaimana terhadap obyek yang dipelajari. Misalnya dapat menjelaskan mengapa harus makan makanan yang bergizi.
3)      Aplikasi (aplication)
Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada siatuasi atau kondisi real (sebenarnya). Apalikasi di sini dapat juga diartikan sebagai penggunaan hukum-hukum, rumus, metode, prinsip dan sebagainya dalam kontak situasi yang lain. Misalnya dapat menggunakan rumus-rumus statistik data perhitungan hasil penelitian, dapat digunakan prinsip-prinsip siklus pencegahan masalah (problem solving cycle) di dalam pemecahan masalah kesehatan dari kasus yang diberikan.
4)      Analisis (analisys)
Analisis data suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu obyek ke dalam komponen, tetapi masih di dalam suatu struktur organisasi tersebut dan masih ada kaitannya antara yang satu dengan yang lain. Kemampuan analisis ini dapat dilihat dari penggunaan kata kerja, seperti dapat menggambarkan (membuat bagan), membedakan, memisahkan, mengelompokkan, dan sebagainya.
5)      Sitensis (syntesis)
Sintesis adalah kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi-formulasi yang telah ada. Misalnya dapat menyusun, dapat merencanakan, dapat meringkas, dapat menyesuaikan dan sebagainya terhadap suatu teori atau rumusan-rumusan yang telah ada.
6)      Evaluasi (evaluation)
Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau obyek, penilaian-penilaian itu berdasarkan suatu kriteria yang ditentukan atau menggunakan kriteria-kriteria yang telah ada.
Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau angket yang menanyakan tentang isi materi yang ingin diukur dari subyek penelitian dan responden. Kedalaman pengetahuan yang ingin kita ketahui atau kita ukur dapat kita sesuaikan dengan tingkat-tingkat tersebut di atas (Notoatmodjo, 2003).
b.      Post Partum Primipara
Masa nifas (puerperium) dimulai setelah kelahiran placenta dan berakhir ketika alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung selama kira-kira enam minggu (JNPKKR-POGL, 2001). Masa puerperium atau masa nifas mulai setelah partus selesai, dan berakhir setelah kira-kira enam minggu. Akan tetapi, seluruh alat genital baru pulih kembali seperti sebelum ad kehamilan dalam waktu tiga bulan. Masa nifas dimulai beberapa jam sesudah lahirnya placenta dan mencakup enam minggu berikutnya (Pusdinakes-WHO-JHPIEGO, 2001). Primipara adalah seorang wanita yang telah melahirkan bayi hidup untuk pertama kalinya.
c.       Perawatan Payudara
Perawatan payudara setelah melahirkan merupakan kelanjutan dari prenatal breastcare. Perawatan payudara setelah melahirkan ini juga tidak kalah penting dengan perawatan payudara semasa hamil. Pelaksanaan perawatan payudara setelah melahirkan dimulai sejak sedini mungkin yaitu satu sampai dua hari sesudah bayi lahir dilakukan dua kali sehari (Huliana, 203).
Langkah-langkah dalam pelaksanaan perawatan payudara, yaitu :
1)      Persiapan alat
a)      Minyak kepala / baby oil
b)      Kasa / kapas
c)      Washlap
d)     Air hangat dalam baskom
e)      Air dingin dalam baskom
f)       Handuk bersih
g)      Tempat sampah.
2)      Pelaksanaan perawatan payudara
a)      Pengurutan
Tempat kedua telapak tangan diantara kedua payudara. Kemudian pengurutan dimulai ke arah atas, ke samping telapak tangan kiri dan ke arah sisi kiri, telapak tangan kanan ke arah sisi kanan lalu ke atas dan perlahan-lahan dilepaskan. Pengurutan ini dilakukan selama lima menit (30 kali).
b)      Kontur / permukaan
Telapak tangan menopang payudara, tangan lainnya menggenggam dan menurut dari pangkal menuju ke puting dengan menggunakan ruas jari. Gerakan ini dilakukan 30 kali dalam setiap payudara.
c)      Pengurutan
Telapak tangan menopang payudara tangan lainnya, mengurut dari pangkal ke puting dengan menggunakan sisi luar dari telapak tangan seperti gerakan menyisir. Dilakukan untuk masing-masing payudara 30 kali.
d)     Pengompresan
Merangsang payudara, payudara dikompres dengan air hangat dan dingin secara bergantian. Selama lima menit di setiap payudara kemudian gunakan BH yang baik (dapat menopang payudara) (Huliana, 2003).
d.      Manfaat perawatan payudara
Perawatan payudara pada post partum sangat diperlukan untuk pemeliharaan kebersihan payudara, melancarkan keluarnya ASI. Mencegah tersumbatnya ductus pada payudara, sehingga tidak terjadi pembendungan payudara. Merangsang sel-sel / otot payudara, sehingga memperlancar pengeluaran ASI.
Persyaratan untuk mencapai hasil yang baik.
1)      Pengurutan harus dikerjakan secara sistematis dan teratur.
2)      Memperhatikan makanan dengan menu seimbang
3)      Memperhatikan kebersihan sehari-hari
4)      Memakai bra atau BH yang bersih dan bentuknya menyokong payudara
5)      Istirahat yang cukup dan pikiran yang tenang
6)      Menghindari rokok dan minuman beralkohol.
e.       Faktor yang mempengaruhi perawatan payudara
Perawatan payudara dan pemberian ASI dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain adat istiadat / kebiasaan / kepercayaan menyusui di daerah masing-masing, pengalaman menyusui dalam kelaurga / kerabat, pengetahuan tentang manfaat ASI, kehamilan diinginkan atau tidak. Dukungan dari petugas kesehatan, suami atau keluarga sangat dibutuhkan terutama pada ibu yang primipara.
Pengetahuan dapat ditingkatkan dengan penyuluhan, siaran, radio, televisi, artikel, majalah. Pada penyuluhan setiap saat ibu diberi kesempatan untuk bertanya, petugas kesehatan harus memperhatikan kemauan dalam membantu sehingga hilang keraguan atau ketakutan untuk bertanya tentang masalah yang dihadapinya. Faktor lain yang berpengaruh pada tingkat pengetahuan yaitu Usia, Pendidikan, Pengalaman primi maupun multi.

B.     Kerangka Teori


 






Gambar 2.1. Kerangka Konsep
(Notoatmodjo, 2002).

C.   
Baik
 
Kerangka Konsep


 







Keterangan :
                  : diteliti

BAB III
METODE PENELITIAN

A.    Rancangan Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif kuantitatif (Notoatmodjo, 2001) yang ingin memperoleh gambaran tingkat pengeahuan ibu pos partum primipara tentang perawatan payudara setelah melahirkan di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari kuesioner langsung oleh ibu post partum primi.

B.     Populasi dan Sampel
1.      Populasi
Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian (Arikunto, 2002). Populasi dalam  penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di RSUD Banjarnegara.
2.      Sampel
Pada penelitian ini mengambil sampel secara accidental sampling pada ibu-ibu post partum primipara yang melahirkan di RSUD Banjarnegara.

C.    Jenis Teknik Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari responden secara langsung. Pengumpulan data dilakukan dengan terlebih dahulu memberi penjelasan pada responden tentang tujuan penelitian dan penjelasan singkat tentang kuesioner.

D.    Definisi Operasional
1.      Pengetahuan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hal-hal yang diketahui oleh ibu post partum mengenai perawatan payudara.
2.      Ibu post partum yang dimaksud dalam penelitian ini adalah waktu mulai beberapa jam sesudah lahirnya plasenta dan mencakup enam minggu berikutnya.
3.      Primipara yang dimaksud dalam penelitian ini adalah seorang wanita yang telah melahirkan bayi hidup untuk pertama kalinya.
4.      Perawatan payudara yang dimaksud dalam penelitian adalah suatu upaya merawat payudara untuk memperlancar keluarnya ASI dan mencegah tersumbatnya air susu.

E.     Instrumen Pengumpulan Data
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang diberikan kepada ibu post partum primipara. Pertanyaan yang diajukan terdiri dari pengetahuan ibu post partum primpira tentang perawatan payudara pada tahu dan paham nomor soal yang menyatakan tingkat tahu nomor 4, 5, 6, 7, 8, 10, 17, 20, 21, nomor soal yang menyatakan tingkat paham nomor 1, 2, 3, 9, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 18, 19, 22.
Pertanyataan meliputi :
1.      Tujuan perawatan payudara
2.      Waktu melakukan perawatan payudara
3.      Frekuensi perawatan payudara
4.      Keuntungan memberikan ASI bagi ibu, bayi dan keluarga
5.      Peralatan yang digunakan untuk perawatan payudara
6.      Cara perawatan payudara.
Bentuk pernyataan dalam kuesioner dalam penelitian adalah tertutup yang harus dijawab atau diisi oleh responden sendiri dengan memilih salah satu jawaban dengan ketentuan untuk jawaban setuju diberi nilai satu (1) dan jawaban tidak setuju diberi nilai nol (0) (Notoatmodjo, 2001).

F.     Lokasi dan Waktu Pengumpulan Data
1.      Lokasi penelitian
Penelitian dilaksanakan berlokasi di RSUD Banjarnegara.
2.      Waktu penelitian
Waktu penelitian dilaksankaan pada bulan Januari sampai dengan Maret 2010.

G.    Pengolahan Data
Dalam penelitian ini data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif, yaitu :
1.      Editing
Editing data yang dilakukan meliputi mengecek nama dan kelengkapan identitas.
2.      Tabulating
Memberikan kode atas jawaban kuesioner yang tidak diberi jawaban. Memberi skor terhadap item-item pertanyaan untuk mempermudah pengolahan data.
3.      Analisis data
Data analisa secara deskriptif menggunakan statitistik sederhana dengan perhitungan menggunakan rumus :
Keterangan :
P          : persentase
F          : sampel
N          : populasi


DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Edisi Revisi V. Jakarta : PT. Rineka Cipta

Farrer, H. 2001. Perawatan Maternitas Edisi II, Jakarta : Buku Kedokteran EGC

Huliana, M. 2003. Perawatan Ibu Pasca Melahirkan, Jakarta : Trubus Agriwidiya.

Kebijakan Departemen Kesehatan tentang Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Pekerja Wanita, 2005. httip://www.depkes.go.id/download/ kebijakan%20ASI.PDF

Mochtar, R. 2000. Sinopsis Obstetri : Obstetri Fisiologi, Obstetri Patologi, Jakarta : Buku Kedokteran EgC.

Notoatmodjo, S. 2002. Metodologi Penelitian Kesehatan,  Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta : PT. Rineka Cipta

Pudjiadi, S. 2001. Ilmu Gizi Klinis pada Anak Edisi IV. Jakarta : Balai Penerbitan.

Roesli, U. 2000. Mengenal ASI Ekslusif. Jakarta : Trubus Agriwidiya.

Rukayah. 2002. Pengetahuan dan Sikap Ibu Post Partum Terhadap Perawatan Payudara di Puskesmas Mergangsang Yogyakarta. Karya Tulis Ilmiah.

Saifuddin, 2020. Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : JNPKKR-POGI.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar